Kala Cinta Lebah Menggoda Anggrek


.
Setiap musim penghujan banyak bunga bermekaran seperti Anggrek ‘Aerides odorata’. Ya, ia satu di antara sekian bunga yang memamerkan mahkota di pekarangan rumahku dekat kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
.
Sebenarnya semenjak pertengahan Oktober, Si Merah Muda ini sudah tak tahan ingin berbunga. Benar saja. Pada awal November, ia langsung mekar paripurna.🌸
.
Riasan mahkota ‘pink’ itu menarik perhatian siapa saja termasuk sang Lebah Kayu Hitam Violet alias ‘Carpenter Bee’.🐝
.
Selepas lepas landas dari sarang, Sang Lebah sontak menghampiri Sang Anggrek. Lalu ia melemparkan pandangan pada bunga cantik itu sambil melantunkan suara dengung yang khas.
.
Menurut catatan para peneliti, ‘Carpenter Bee’ menghisap ‘nektar’ saban pagi hingga siang hari. Tentu hal itu rutin ia lakukan kala ‘Aerides odorata’ berbunga saja ya. Tragisnya, Sang Bunga hanya mekar sekali dalam setahun.
.
Karena jarang bersua, mungkin kita bisa anggap hubungan Sang Anggrek dengan Sang Lebah layaknya kisah cinta dua insan yang berbeda alam kerajaan. Benar, Lebah dari kerajaan ‘Animalia’. Sedangkan Anggrek berasal dari kerajaan ‘Plantae’. Iya kan sobat?.😅
.
Kita kembali ke topik utama. Relasi dua sejoli itu saling menguntungkan alias simbiosis mutualisme. Pasalnya, Sang Lebah mendapatkan ‘nektar’ dan Sang Bunga terbantu penyerbukannya. Romantis abis, jeh!.
.
Namun sayang, Sang Lebah tak pernah setia pada satu bunga. Terbukti, dengan kepala yang penuh benang sari, ia selalu menghisap ‘nektar’ dari satu bunga ke bunga lain!.
.
#sobatCiremai, mari terus belajar dan ‘membaca’ alam sekitar kita.
.
Sobat masih ingat pantun lawas berikut?. “Berburu ke padang datar, mendapat Rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, Bagai bunga kembang tak jadi”.
.
[Teks & Foto © ISO -BTNGC| 042021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: