Kesemek: Si Manis Genit Yang Tumbuh Di Batas Luar Taman Nasional Gunung Ciremai


.
Hai #sobatCiremai sudah pernah melihat atau bahkan mencoba buah ini?. Yup, ini adalah buah Kesemek, si buah genit. Buah dengan rasa manis dilidah dan tekstur yang kres-kres ketika menggigitnya. Meski musim berbuahnya sudah usai boleh dong sedikit bercerita tentang buah ini.
.
Buah dengan nama ilmiah ‘Diospyros kaki’ mulai berbunga saat menjelang musim penghujan, yakni antara Oktober sampai Januari dan musim panen tiba biasanya antara April sampai awal Juli. Setelah dipanen, buah ini harus direndam terlebih dahulu di air kapur minimal 24 jam. Langkah ini dilakukan guna menghilangkan rasa sepatnya. larutan kapur akan meninggalkan serbuk putih pada kulit buah sehingga terlihat seperti memakai bedak. Nah, inilah yang membuat buah Kesemek mendapat julukan si buah genit.
.
Saat ini memasuki musim kemarau banyak terlihat pohon kesemek mulai menggugurkan daunnya, seperti yang terlihat di sepanjang kebun masyarakat desa Gunung Sirah, Darma, Kuningan, Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
.
Oh ya, Kelompok Masyarakat di desa Puncak, Cigugur, Kuningan @Cidadali_valley pernah berinisiatif akan mengadakan festival kesemek pada Juni kemarin, namun apadaya kondisi pandemi membuat kegiatan ini ditangguhkan.😁.
.
Kesemek merupakan buah yang memiliki kenangan tersendiri bagi penikmatnya. Buah dengan aneka manfaat yang terkandung di dalamnya dan buah yang saat ini mulai jarang kita temui keberadaannya. So, mari kita lestarikan buah lokal Indonesia.
.
[Teks & foto © Rofadia-BTNGC|072021]
.

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: