Aksesibilitas

Aksesibilitas global menuju kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai klik disini

Sebagai informasi akses jalan untuk mencapai Obyek Daya Tarik Wisata Alam TNGC dapat diuraikan sebagai berikut :

Situ Ciceureum

Kondisi aksesibilitas menuju Situ Cicerem dapat dicapai dari Kecamatan Mandirancan berjarak ± 25 km, Palimanan berjarak 12 km dan dari Kabupaten Kuningan berjarak ± 40 km. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada hanya berupa ojeg.

Buper Cikole

Kondisi aksesibilitas menuju Objek daya tarik wisata alam Bumi Perkemahan Cikole dapat dicapai dari Kecamatan Pasawahan berjarak ±2,5 km, dan dari Kabupaten Kuningan berjarak ± 32 km. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah truk umum (1 unit), angkutan desa (1 unit) dan ojeg (6 unit)

Sumur Cikajayaan

Kondisi aksesibilitas menuju Kawasan Wisata Sumur Cikajayaan dapat dicapai dari Kecamatan Pasawahan berjarak ±1 km, dan dari Kabupaten Kuningan berjarak ± 32 km. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah bus umum (2 unit), angkutan umum (2 unit), dan ojeg (41 unit).

Cisamaya

Kondisi aksesibilitas menuju Kawasan Wisata Alam Cisamaya dapat dicapai dari Kecamatan Pasawahan berjarak ± 1 km, dan dari ibukota Kabupaten Kuningan berjarak ± 32 km. Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah bus umum (2 unit), angkutan umum (2 unit), dan ojeg (41 unit).

Jalur Pendakian Linggarjati

Kondisi aksesibilitas menuju Kawasan Wisata Jalur Pendakian Linggarjati dapat dicapai dari Kecamatan Cilimus (5 km), dan dari Kabupaten Kuningan (15 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah angkutan umum (20 unit), angkutan desa (38) dan ojeg (20 unit).

Jalur Pendakian Linggasana

Kondisi aksesibilitas menuju Kawasan Wisata Jalur Pendakian Linggasana dapat dicapai dari Kecamatan Cilimus (5 km), dan dari Kabupaten Kuningan (15 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah angkutan desa (5) dan ojeg (25 unit).

Bumi Perkemahan Hulu Ciawi 

Kondisi aksesibilitas menuju Objek Daya Tarik Wisata Alam Bumi Perkemahan Hulu Ciawi dapat dicapai dari Kecamatan Cilimus (5 km), dan dari Kabupaten Kuningan (18,5 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah  ojeg (1 unit).

Cilengkrang 

Kondisi aksesibilitas menuju kawasan ini dapat dicapai dari Kecamatan Cilimus (5 km), dan dari Kabupaten Kuningan (10 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah angkutan umum (20 unit), angkutan desa (38) dan ojeg (20 unit).

Jalur Pendakian Palutungan 

Kondisi aksesibilitas menuju Kawasan Wisata Jalur Pendakian Palutungan dapat dicapai dari Kecamatan Cigugur (1,5 km), dan dari Kabupaten Kuningan (5,5 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada untuk menuju ke kawasan adalah ojeg .

Jalur  Pendakian Apuy

Aksesibilitas ke kawasan ini dapat di tempuh dari Kota Majalengka dengan jarak sekitar umumnya disediakan oleh alam berupa jalur pendakian. Sedangkan yang disediakan oleh pengelola berupa shelter yang terdapat di bberapa pos pendakian.

Situ Sangiang

Jarak ke kawasan wisata Situ Sangiang dari pusat Kota Majalengka ± 26 km. Terdapat angkutan umum berupa elpf atau bis 1/4 jurusan Terminal Cikijing-Kadipaten. Namun angkutan umum ini hanya mencapai batas (wates), belum menjangkau ke lokasi Situ Sangiang. Untuk menjangkaunya harus melalui jalan kabupaten sepanjang ± 6 km dengan lebar ± 3 meter dan kondisinya yang sangat baik.

Buper Cipanten

Kawasan wisata ini dapat di tempuh dari Kota Majalengka dengan waktu tempuh ± 30 menit, dengan menggunakan angkutan umum sampai ke terminal maja. Dari terminal maja menggunakan angkutan desa dengan waktu tempuh 30 menit dengan kondisi jalan yang cukup baik.

Curug Sawer

Kawasan wisata ini berjarak sekitar 10 kilometer (km) sebelah timur Kota Maja atau+21.5 km dari pusat kota Majalengka.  Obyek wisata ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum (Colt Gundul/Bak Terbuka) dari Terminal Maja yang menuju ke desa Argalingga atau bisa juga menggunakan jasa Ojek. Tapi, jauh lebih praktis kalau menggunakan kendaraan sendiri.   Selanjutnya untuk turun menuju air terjun ini harus melewati jalan setapak melalui kawasan perkebunan sayuran dan palawija.  Kondisi jalan setapak ini cukup curam dengan kemiringan sekitar 50 – 70 derajat, licin, rawan longsor dan penuh dengan semak belukar.  Jalan setapak ini biasa digunakan para pencari kayu bakar.

Buper Awilega dan Cipeuteuy

Lokasi kawasan wisata ini tidak terlalu jauh sekitar 2 km dari jalur jalan Ds. Bantaragung – Ds. Payung untuk sampai ke pintu gerbang Obyek Wisata Curug Cipeutay. Dengan kondisi jalan yang sedikit banyak tanjakan dan beberapa meter jalan yang belum di aspal tapi masih layak untuk di lewati ( tapi hati-hati kalau musim hujan bisa aja jalan tersebut licin). Jika akan berkunjung ke Curug Cipeuteuy ini dengan membawa mobil hati-hati jalannya sempit dan harus di palkir beberapa meter jauh dari Pintu Gerbang yang sudah di sediakan oleh Pengelola. Selanjutnya harus jalan lagi menuju Pintu Gerang, belum lagi dari Pintu Gerbang menuju Curugnya harus jalan Pula, dikarenakan kendaraan tidak bisa masuk langsung ketempat, harus di plakir di depan Pintu Gerbang.

Telaga Remis

Aksesibilitas menuju objek wisata Telaga remis relatif mudah karena terletak pada jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. Jarak dari kota Kuningan atau kota Cirebon ke objek wisata ini sekitar 25 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Infrasuktur wisata yang terdapat di objek wisata ini sudah mencukupi untuk para pengunjung yang datang, sarana prasarana tersebut antara lain loket karcis, Gerbang dan Portal, Areal parker, Warung, jalanmenuju Situ dan jalan pavingblok mengelilingi Situ,Mushola, Toilet, Sarana Tirta.

Paniis-Singkup

Aksesibilitas menuju objek wisata Paniis dapat dilalui melalui jalan beraspal dengan kondisi jalan yang cukup baik. Letak objek wisata ini berada pada jalan desa yang menghubungkan antara kecamatan Pasawahan dengan kecamatan lainnya di Kuningan. Jarak objek wisata ini dari kota Kuningan sekitar 17 km kearah utara yang letaknya berada pada perbatasan antara Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Cirebon. Infrasuktur wisata yang terdapat di objek wisata ini sudah umum masih terbatas walaupun sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar dari wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini. Sarana prasarana dasar yang ada antara lain adalah pos tiket, areal parkir, WC dan toilet, areal perkemahan dan warung-warung masyarakat sekitar yang melakukan kegiatan usaha/berdagang di dalam objek wisata ini.

Cibeureum 

Aksesibilitas menuju objek wisata Bumi Perkemahan Cibeureum dapat ditempuh dengan relatif mudah karena memiliki kondisi jalan yang cukup baik. Jarak dari kota Kuningan ke objek wisata ini sekitar 14 km atau sekitar 25 menit dari kota Kuningan. Objek wisata ini terletak pada jalan alternatif yang menghubungkan antara Kecamatan Cilimus dengan Kecamatan Mandirancan. Infrasuktur wisata yang terdapat di objek wisata ini masih sangat terbatas sehingga secara umum jarang digunakan sebagai areal perkemahan dan wisata lainnya. Sebagian besar pengunjung atau masyarakat yang melewati objek wisata ini sebagian besar tertarik untuk berhenti dan berkunjung ke objek wisata ini karena adanya kelompok monyet ekor panjang serta adanya vegetasi hutan pinus dan hutan alam yang cukup rapat. Walaupun demikian potensi dari Bumi Perkemahan Cibeureum ini sangat besar bila dilakukan pengembangan sarana prasarana dan kegiatan wisata alam yang disesuaikan dengan kondisi vegetasi di Bumi Perkemahan Cibeureum.

Cibunar

Aksesibilitas menuju objek wisata Cibunar  sangat mudah karena untuk menuju objek wisata ini kondisi jalan sudah beraspal dan melalui Gedung Perundingan Linggarjati. Jarak dari Gedung Perundingan Linggarjati sekitar 3 km menuju ke arah barat. Infrastuktur wisata yang terdapat di objek wisata ini masih perlu untuk dikembangkan walaupun saat ini ada beberapa fasilitas wisata seperti shelter, pos tiket dan pos pengelola yang juga digunakan sebagai sarana wisata bagi pendakian jalur Linggarjati.

Balong Dalem

Aksesibilitas menuju objek wisata Balong Dalem  sangat mudah karena infrastruktur jalan untuk menuju objek wisata ini sudah baik yang terletak pada jalan penghubung antara desa Babakan Mulya dan desa Sembawa. Lokasi objek wisata ini dari jalan raya Kuningan-Cirebon sekitar 2 km melalui jalan Desa Jalaksana dan Desa Sembawa dengan jarak tempuh sekitar 5 menit dengan kendaraan bermotor. Salah satu hambatan aksesibilitas adalah tidak adanya angkutan desa yang menuju objek wisata ini tetapi pengunjung bisa menggunakan ojek yang ada di pintu masuk desa Jalaksana ataupun desa Sembawa.

Cibulan

Aksesibilitas menuju objek wisata Cibulan sangat mudah karena terletak tepat di jalan raya yang menghubungkan antara kota Kuningan dengan kota lainnya di Jawa Barat  yang lokasinya sekitar 28 kilometer sebelah selatan Kota Cirebon atau 7 kilometer di utara Kota Kabupaten Kuningan. Infrastruktur jalan sudah lebar dan beraspal sehingga bis-bis wisata bisa masuk ke dalam objek wisata ini.Angkutan umum yang dapat digunakan adalah angkutan umum jenis ELF, dengan tarif hanya berkisar Rp 3.000-Rp 3.500 per orang dari Kota Kuningan atau Cirebon.

Bumi Perkemahan Palutungan

Aksesibilitas menuju objek wisata Bumi Perkemahan Palutungan dilakukan melalui kota Kuningan yang berada di ketinggian 466 mdpl menuju Kecamatan Cigugur yang jaraknya sekitar 9 km ke arah barat atau berjarak 35 km dari Kota Cirebon. Infrastuktur jalan sudah tersedia dengan baik mulai dari kota Kuningan hingga di objek wisata ini walaupun masih terkendala dengan angkutan umum yang terbatas untuk menuju langsung objek wisata ini. Moda transportasi menujuODTWA Bumi Perkemahan Palutungan dapat dilakukan melalui angkutan desa dan ojek. Berdasarkan pada lokasi objek wisata yang berada pada ketinggian 1.100 mdpl dari Kota Kuningan yang berada pada ketinggian 466 mdpl maka secara keseluruhan selama perjalanan menuju objek wisata ini menanjak walaupun hal ini bukan menjadi hambatan karena infrasturktur jalan sudah merupakan jalan hotmik dengan kondisi yang sudah baik.

Cigugur

Aksesibilitas menuju objek wisata Cigugur sangat mudah karena terletak tepat di jalan raya yang menghubungkan antara kota Kuningan dengan kota lainnya di Jawa Barat sehingga angkutan yang dapat menuju objek wisata ini juga tersedia. Jarak dari kota Kuningan ke objek wisata ini sekitar 3 km atau sekitar 10 menit dari kota Kuningan.