Category Artikel

Lahirnya Sikap Cinta Alam

IMG_8638

Cinta kepada alam dan lingkungan merupakan kalimat yang sering kita dengar akhir-akhir ini di televisi maupun di sumber informasi lain. Cinta kepada alam dan lingkungan adalah kalimat yang mengajak kita untuk selalu menjaga alam dan lingkungan tempat kita berpijak yaitu bumi. Kalimat tersebut terdiri dari kata kata yang bermakna yaitu Cinta, Alam dan Lingkungan. Cinta adalah rasa sayang akan sesuatu baik itu kepada manusia maupun pada hal hal yang lain. Alam adalah apa yang ada di lingkungan kita dimana tempat tersebut telah ada dari dahulu sejak terciptanya tempat tinggal kita yaitu bumi. Lingkungan adalah daerah tempat tinggal kita atau yang berdekatan dengan tempat tinggal kita yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Jadi Cinta kepada Alam dan lingkungan adalah rasa kasih sayang kepada alam kita termasuk bumi dan tempat kita tinggal, intinya kita harus menjaga alam dan lingkungan kita agar tidak rusak oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

More

Dirjen KSDAE beserta rombongan kunjungi ODTWA Batu Luhur

DSCF5166 copy

Selasa (25/07/2017) Direktur Jenderal KSDAE mengajak para Kepala Balai Taman Nasional dan Kepala Balai KSDA se-Indonesia belajar menerapkan kerjasama pengelolaan kawasan taman nasional bersama masyarakat sekitar...

More

Tak Kurang Dari 100 Ribu Wisatawan Banjiri Gunung Ciremai

p-idin-copy-1

Libur lebaran memang selalu menjadi ajang kesempatan bagi para kaum urban untuk sejenak meluangkan waktu untuk mudik ke kampung halaman setelah selama setahun penuh bergelut dengan kerasnya kehidupan ibu kota...

More

Eco-Religi Tour & Cucurak Fahutan 80 IPB

IMG_8506 web

**Kuningan (20/05/2017)**

Akhir pekan lalu sejumlah alumni dari Fakultas Kehutanan Angkatan Tahun 1980-an IPB (Institut Pertanian Bogor) menyerahkan seperangkat lampu led hemat energi tenaga surya atau solar sel...

More

Kunjungan Kerja Sekretaris Jenderal KLHK

WhatsApp Image 2017-05-12 at 14.36.07 111

oleh : San Andre Jatmiko, S.Hut (Kepala SPTN Wil. I Kuningan)

Pada hari Kamis, 11 Mei 2017 berlokasi di Obyek Wisata Batuluhur Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan telah mendapatkan kunjungan kerja rombongan Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam & Ekosistem (KSDAE).  Rombongan kunjungan kerja tersebut di pimpin oleh Sekretaris Jenderal KLHK yang sekaligus merangkap sebagai Plt Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Bapak Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM.

More

Kunjungan Kerja Balai TN Tesso Nilo

WhatsApp Image 2017-04-29 at 09.29.07

Kunjungan kerja Balai TN Tesso Nilo ke kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dalam rangka studi banding pengelolaan dengan membawa 15 orang pegawainya yang terdiri dari petugas lapangan Polhut, PEH dan Penyuluh ...

More

100 Hari Pertama di Tahun 2017

edanDi tahun yang baru ada harapan yang dibawa tahun sebelumnya yang belum sempat dituntaskan dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. BTNGC terus menata dirinya untuk menciptakan image pengelolaan kawasan taman nasional berkedaulatan rakyat terutama dari optimalisasi pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati menjadi atraksi wisata alam yang layak dan patut untuk dinikmati oleh berbagai kalangan lapisan masyarakat.

More

Edukasi Burung Migran Kepada Siswa Sejak Dini

Oleh : Kelompok Studi Konservasi Fahutan UNIKU

 foto-1

Minggu 16 Oktober 2016 Kelompok Studi Konservasi Fakultas Kehutanan UNIKU mengadakan kembali kegiatan monitoring burung migran yang disertai dengan sosialisasi kepada siswa pecinta alam dan sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang burung migran terutama jenis Raptor (Elang) kepada siswa sekolah dasar sejak dini mengingat Elang merupakan top predator dalam rantai makanan sekaligus sebagai penyeimbang lingkungan sehingga perlu dilestarikan. Menurut Alfin koordinator kegiatan ini, menerangkan bahwa hilangnya Elang di sekitar kita, menandakan bahwa lingkungan tersebut sudah mulai rusak.

More

MONITORING SUMBERDAYA AIR DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

OLEH PEH BALAI TNGC

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.      Latar Belakang

Salah satu jasa lingkungan terpenting dari kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah air, yang merupakan output dari fungsi ekologi kawasan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitarnya.  Air di kawasan TNGC berguna langsung sebagai air konsumsi dan keperluan rumah tangga serta menghasilkan barang dan jasa dalam bentuk industri air bersih yang dikelola secara komersial oleh beberapa badan usaha di daerah sekitar kawasan.

Pemanfaatan air di kawasan TNGC perlu mendapat perhatian karena hal ini merupakan “core bussines” kawasan selain wisata dan panas bumi dan menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Potensi sumber mata air yang ada di kawasan TNGC menjadikan gunung ciremai sebagai salah satu “menara air” yang potensial di Jawa Barat. Fungsi hidrologis kawasan sebagai suplai air bersih dan pengatur tata air bagai masyarakat di 5 wilayah administratif yaitu Kuningan, Majalengka, Cirebon, Indramayu, dan  Brebes.

Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk dan berbagai jenis usaha masyarakat disekitar kawasan konservasi maka pemanfaatan air dari dalam kawasan cenderung meningkat, seperti halnya di sekitar kawasan TNGC. Berkenaan dengan semakin berkembangnya model pemanfaatan air di kawasan konservasi tersebut maka diterbitkan Peraturan Menteri Kehutanan No. 64/Menhut-II/2013 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. Salah satu amanat peraturan tersebut adalah tersedianya data sumber air di dalam kawasan baik yang sudah dimanfaatkan ataupun belum, dan data tersebut harus di monitoring secara periodik. Untuk itu sebagai tindak lanjut dari kegiatan monitoring sumber air sebelumnya dan menjalankan amanat peraturan di atas, maka tahun ini dilakukan kegiatan monitoring potensi sumberdaya air lingkup kawasan TNGC.

More

Siswa Sekolah Belajar Mengamati Migrasi Raptor Bersama Kelompok Studi Konservasi Fakultas Kehutanan UNIKU

Oleh : Opik, Amellya, Adreansyah, Faisal, Deni

 Pada hari Minggu 9 Okterber 2016, nampak keramaian di sekitar Batu Luhur Kabupaten Kuningan. Lokasi destinasi wisata yang memiliki pemandangan menarik dengan atraksi hamparan bebatuan vulkanik purba ini, senantiasa dikunjungi oleh masyarakat terutama hari libur (minggu). Namun keramaian kali ini bukan disebabkan wisatawan tapi oleh sekumpulan anak-anak muda siswa sekolah dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Sejak pukul 8.00 WIB mereka telah berkumpul untuk menyaksikan “segerombolan” burung pemangsa migran dari berbagai Negara. Kelompok Studi Konservasi (KSK) Fahutan UNIKU sebagai koordinator kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan Monitoring Migrasi Raptor adalah perpaduan kegiatan edukasi dan wisata minat khusus. Edukasi ditekankan pada advokasi dan sosialisasi tentang peran Raptor (burung pemangsa) dalam ekosistem serta bagaiman kita peduli terhadapnya. Sedangkan kegiatan Monitoring Migrasi Raptor dapat disebut sebagai wisata minat khusus karena momen untuk melihat segerombolan  burung migran adalah momen langka hanya terjadi dua tahun sekali (arus datang dan arus balik).

p-idin-copy-1

 Proses edukasi mengenai Burung Raptor

More