Category Artikel

Edukasi Burung Migran Kepada Siswa Sejak Dini

Oleh : Kelompok Studi Konservasi Fahutan UNIKU

 foto-1

Minggu 16 Oktober 2016 Kelompok Studi Konservasi Fakultas Kehutanan UNIKU mengadakan kembali kegiatan monitoring burung migran yang disertai dengan sosialisasi kepada siswa pecinta alam dan sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang burung migran terutama jenis Raptor (Elang) kepada siswa sekolah dasar sejak dini mengingat Elang merupakan top predator dalam rantai makanan sekaligus sebagai penyeimbang lingkungan sehingga perlu dilestarikan. Menurut Alfin koordinator kegiatan ini, menerangkan bahwa hilangnya Elang di sekitar kita, menandakan bahwa lingkungan tersebut sudah mulai rusak.

More

MONITORING SUMBERDAYA AIR DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

OLEH PEH BALAI TNGC

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.      Latar Belakang

Salah satu jasa lingkungan terpenting dari kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah air, yang merupakan output dari fungsi ekologi kawasan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitarnya.  Air di kawasan TNGC berguna langsung sebagai air konsumsi dan keperluan rumah tangga serta menghasilkan barang dan jasa dalam bentuk industri air bersih yang dikelola secara komersial oleh beberapa badan usaha di daerah sekitar kawasan.

Pemanfaatan air di kawasan TNGC perlu mendapat perhatian karena hal ini merupakan “core bussines” kawasan selain wisata dan panas bumi dan menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Potensi sumber mata air yang ada di kawasan TNGC menjadikan gunung ciremai sebagai salah satu “menara air” yang potensial di Jawa Barat. Fungsi hidrologis kawasan sebagai suplai air bersih dan pengatur tata air bagai masyarakat di 5 wilayah administratif yaitu Kuningan, Majalengka, Cirebon, Indramayu, dan  Brebes.

Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk dan berbagai jenis usaha masyarakat disekitar kawasan konservasi maka pemanfaatan air dari dalam kawasan cenderung meningkat, seperti halnya di sekitar kawasan TNGC. Berkenaan dengan semakin berkembangnya model pemanfaatan air di kawasan konservasi tersebut maka diterbitkan Peraturan Menteri Kehutanan No. 64/Menhut-II/2013 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. Salah satu amanat peraturan tersebut adalah tersedianya data sumber air di dalam kawasan baik yang sudah dimanfaatkan ataupun belum, dan data tersebut harus di monitoring secara periodik. Untuk itu sebagai tindak lanjut dari kegiatan monitoring sumber air sebelumnya dan menjalankan amanat peraturan di atas, maka tahun ini dilakukan kegiatan monitoring potensi sumberdaya air lingkup kawasan TNGC.

More

Siswa Sekolah Belajar Mengamati Migrasi Raptor Bersama Kelompok Studi Konservasi Fakultas Kehutanan UNIKU

Oleh : Opik, Amellya, Adreansyah, Faisal, Deni

 Pada hari Minggu 9 Okterber 2016, nampak keramaian di sekitar Batu Luhur Kabupaten Kuningan. Lokasi destinasi wisata yang memiliki pemandangan menarik dengan atraksi hamparan bebatuan vulkanik purba ini, senantiasa dikunjungi oleh masyarakat terutama hari libur (minggu). Namun keramaian kali ini bukan disebabkan wisatawan tapi oleh sekumpulan anak-anak muda siswa sekolah dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Sejak pukul 8.00 WIB mereka telah berkumpul untuk menyaksikan “segerombolan” burung pemangsa migran dari berbagai Negara. Kelompok Studi Konservasi (KSK) Fahutan UNIKU sebagai koordinator kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan Monitoring Migrasi Raptor adalah perpaduan kegiatan edukasi dan wisata minat khusus. Edukasi ditekankan pada advokasi dan sosialisasi tentang peran Raptor (burung pemangsa) dalam ekosistem serta bagaiman kita peduli terhadapnya. Sedangkan kegiatan Monitoring Migrasi Raptor dapat disebut sebagai wisata minat khusus karena momen untuk melihat segerombolan  burung migran adalah momen langka hanya terjadi dua tahun sekali (arus datang dan arus balik).

p-idin-copy-1

 Proses edukasi mengenai Burung Raptor

More

12 Tahun Taman Nasional Gunung Ciremai : “Memantapkan Jalan Menuju Kedaulatan Rakyat!”

kubang-7-web(Salah Satu Wisatawan di Obyek Wisata Bukit Seribu Bintang)

Dokumen keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 menjadi titik balik perubahan fungsi gunung ciremai yang semula berstatus hutan lindung yang kelola oleh Perum Perhutani menjadi stastus taman nasional seluas ±15.500 Ha yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka yang kelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di bawah wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian pada tahun 2014 kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) ditetapkan seluas 15.500 Ha melalui keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.3684/Menhut-VII/KUH/2014.

Dengan demikian kawasan TNGC seluas 15.500 Ha itu harus berubah wajah menjadi kawasan konservasi yang menerapkan segala aturannya.

More

Upacara Adat Seren Taun di Cigugur-Kaki Gunung Ciremai : “Wujud Syukur & Cinta Lingkungan Hidup”

Upacara adat seren taun adalah ungkapan syukur dan doa masyarakat sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. Seren taun dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender sunda. Selain ritual-ritual yang bersifat sakral, digelar juga kesenian dan hiburan. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan hubungan antara manusia dengan tuhan, dan juga dengan sesama mahluk atau alam baik lewat kegiatan kesenian, pendidikan, dan sosial budaya.

More

Pekan Olah Raga Nasional XIX Jawa Barat 2016

pon-jabar-2016

More

Ciremai Trail Run 2016

kabal 3 web

Kuningan

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Padmo Wiyoso (memegang bendera), ketika melepas peserta Ciremai Trail Run yang diselenggarakan pertama kalinya oleh CORE Cirebon Runner diikuti oleh 400 peserta dengan menempuh jarak 10 KM dan 25 KM di Bumi Perkemahan Cibeureum Kec Cilimus Kuningan, Minggu (7/8/2016). Panitia melakukan peraturan cut of time (COT) untuk kategori 10 km dengan jarak waktu 3,5 jam dan untuk kategori 25 km dipatok dengan waktu 7 jam. Adanya tantangan beat the clock, pelari menantang dirinya sendiri terhadap waktu yang ditentukan di event tersbut. Kegiatan ciremai trail run memperebutkan hadiah sebesar 25 juta rupiah yang dibagikan tanpa melihat rangking. Dalam kegiatan tersebut peserta Ciremai Trail Run menempuh trek jalur di kawasan kaki Gunung Ciremai, selain jalan berbatu para peserta juga dapat menikmati pemandangan alam Gunung Ciremai, kegiatan tersebut sekaligus untuk mempromosikan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Kuningan.

More

Agustusan

17 agustus copy for web

More

PPC Trans7 & The Changcuter Opsih di Jalur Pendakian Gunung Ciremai

ppc t 2 web

Majalengka (7/8/2016)

Para Petualang Cantik Trans7 kunjungi kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai untuk melakukan kegiatan operasi bersih gunung dalam rangka menyambut HUT RI ke 71 tahun 2016. Masalah sampah anorganik memang masih belum terpecahkan solusinya oleh Balai TNGC selaku pemangku kawasan.

More

Taman Nasional Gunung Ciremai Waspada Musim Kemarau

gunung lambosir copy

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dimuat dalam websitenya menyebutkan :

 

Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.

More