Category Pemberdayaan

Pesona alam dan budaya Situs Lingga

WhatsApp Image 2018-05-25 at 09.09.29

Jelang siang pukul 10.30, Rabu 23 Mei 2018 saya, Kepala Balai dan beberapa rekan Taman Nasional Gunung Ciremai tiba di balai Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Kami bertemu dengan Kepala Desa Sagarahiang dan berbincang, diantaranya mengenai potensi wisata alam dan religi serta budaya leluhur di Situs Lingga dan beberapa situs lainnya yang ada di wilayah tersebut, budaya lokal Babarit dan lainnya. Dia, Kepala Desa hanya sedikit tersenyum datar dan berkata “ya begitulah”. Antara bingung, bimbang atau tidak tertarik, baiklah lalu kami melanjutkan perjalanan ke situs Lingga menggunakan motor karena jalan sedang berlangsung pengaspalan jalan pada ruas terakhir perkampungan, tidak bisa dilalui mobil.

More

Ikan Dewa yang Melegenda dari Gunung Ciremai

WhatsApp Image 2018-05-23 at 05.46.08

Ikan dewa (Tor soro) merupakan salah satu potensi satwa dari jenis ikan yang ada di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Habitat ikan dewa di TNGC saat ini hanya ada di dua lokasi obyek wisata alam, yaitu Cibulan dan Cigugur.

More

KUNJUNGAN DARI BKSDA DKI JAKARTA, BALAI TN MERU BETIRI DAN BALAI TN BATANG GADIS

DSCN2348 copy

(Kuningan, 20/2/2018)

Episode studi banding para pengelola kawasan hutan konservasi ke kawasan TN Gunung Ciremai terus berlanjut. Kali ini di awal tahun, BKSDA DKI Jakarta pada tanggal 25-27 Januari 2018, Balai TN Meru Betiri pada tanggal 5-10 Februari dan Balai TN Batang Gadis pada tanggal 11-14 Februari 2018 bergiliran berkunjung untuk melakukan studi banding. Mereka melakukan penggalian informasi terkait pengelolaan kawasan TNGC yang berbasiskan peran aktif masyarakat sekitarnya. Peran aktif masyarakat sekitar TNGC sangat kentara dalam pengelolaan ODTWA (Obyek Daya Tarik Wisata Alam) yang disebut dengan Masyarakat Mitra Wisata TNGC.

More

Pembinaan Usaha Jasa Wisata Alam

WhatsApp Image 2017-09-26 at 17.40.12

Semakin meningkatnya jumlah kunjungan ke Taman Nasional Gunung Ciremai, khususnya pengunjung wisata alam menjadi salah satu tantangan  bagi  mitra pengelola wisata untuk meningkatkan kemampuannya dalam pelayanan pengunjung. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan pengunjung. Salah satunya adalah bidang kepemanduan wisata. Ya, pemandu wisata mutlak diperlukan dalam pelayanan pengunjung agar terciptanya kenyamanan dan kepuasan pengunjung terhadap obyek wisata yang dikunjungi. Selain itu, pemandu juga perlu menyampaikan informasi terkait obyek wisata dan pesan konservasi kepada pengunjung.

More

Dirjen KSDAE beserta rombongan kunjungi ODTWA Batu Luhur

DSCF5166 copy

Selasa (25/07/2017) Direktur Jenderal KSDAE mengajak para Kepala Balai Taman Nasional dan Kepala Balai KSDA se-Indonesia belajar menerapkan kerjasama pengelolaan kawasan taman nasional bersama masyarakat sekitar...

More

Vote Anugerah Pesona Indonesia 2017

WhatsApp Image 2017-06-15 at 15.58.24 (1)

More

Berbagi Bersama Menjelang Ramadhan

IMG_857 3 web

**Kuningan (26/05/2017)**

Menjelang bulan ramadhan ada kebiasaan unik yang rutin dilakukan oleh masyarakat muslim indonesia yaitu membersihkan diri dengan cara saling meminta maaf, makan-makan dengan sanak sauda...

More

Kunjungan Kerja Sekretaris Jenderal KLHK

WhatsApp Image 2017-05-12 at 14.36.07 111

oleh : San Andre Jatmiko, S.Hut (Kepala SPTN Wil. I Kuningan)

Pada hari Kamis, 11 Mei 2017 berlokasi di Obyek Wisata Batuluhur Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan telah mendapatkan kunjungan kerja rombongan Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam & Ekosistem (KSDAE).  Rombongan kunjungan kerja tersebut di pimpin oleh Sekretaris Jenderal KLHK yang sekaligus merangkap sebagai Plt Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Bapak Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM.

More

12 Tahun Taman Nasional Gunung Ciremai : “Memantapkan Jalan Menuju Kedaulatan Rakyat!”

kubang-7-web(Salah Satu Wisatawan di Obyek Wisata Bukit Seribu Bintang)

Dokumen keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 menjadi titik balik perubahan fungsi gunung ciremai yang semula berstatus hutan lindung yang kelola oleh Perum Perhutani menjadi stastus taman nasional seluas ±15.500 Ha yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka yang kelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di bawah wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian pada tahun 2014 kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) ditetapkan seluas 15.500 Ha melalui keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.3684/Menhut-VII/KUH/2014.

Dengan demikian kawasan TNGC seluas 15.500 Ha itu harus berubah wajah menjadi kawasan konservasi yang menerapkan segala aturannya.

More

Promosi Jalur Pendakian Linggasana

promosi linggasana

More