Mahasiswa IPB Kenalkan Teknik Budidaya “Stingless Bee”, Si Lebah Tak Bersengat

Sobat Ciremai, ada yang belum kenal dengan makhluk mungil ini?. Sebagian besar dalam benak kita, lebah itu berbahaya dan menyengat. Namun ternyata tidak, lebah itu terbagi menjadi dua, Lebah bersengat dan Lebah tak bersengat.

Salah satu lebah yang ramah terhadap manusia adalah jenis Lebah tak bersengat, yaitu Trigona… Selain menghasilkan madu, lebah juga menjadi polinator tanaman pertanian seperti cabai, kubis dan bawang daun.

Bentuk lebah pun bermacam-macam, ada yang besar dan kecil. Bentuk tubuh juga mempengaruhi hasil madu yang akan dihasilkan. Mau kenalan lebih lanjut?. Yuk intip kegiatan KKNT mahasiswa desa Sagarahiang, Darma, Kuningan, Jawa Barat.

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Fakultas Kehutanan yang melihat potensi lahan dan produk pertanian yang berlimpah. Diskusi dengan Kepala Desa Sagarahiang, Imam Budi ungkap adanya keinginan untuk budidaya lebah madu.

Melalui program Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat IPB, mahasiswa memperkenalkan “Teknik Budidaya Stingless Bee” dalam rangka mendukung jasa lingkungan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui pertanian sehat.

Sabtu (13/7), kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari masyarakat desa setempat, mahasiswa, dosen Kuningan, dan media.

Dibuka Kepala Balai TNGC, Kuswandono. Beliau menyampaikan apresiasi atas upaya mahasiswa yang turut membantu masyarakat. “Saat ini, TNGC tak hanya melulu soal habitat satwa atau tumbuhan, namun telah berkembang dalam rangka mendukung pertanian masyarakat sekitar kawasan yang merupakan kebutuhan pokok”.

Kepala Desa Sagarahiang, Imam Budi menyambut baik kegiatan ini. “Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi unit usaha Bumdes”, tambahnya.

Camat Darma, Didin Bahrudin menyempatkan hadir dan berharap Kerja sama ini tak hanya sampai saat ini namun berkelanjutan. Hal senada diamini Arzyana, dosen pendamping mahasiswa.

“Hal yang patut kita syukuri di sekitar sini masih ada hutan yang menjadi penyangga kehidupan manusia. Terkadang masyarakat menganggap hutan bernilai ekonomi hanya dilihat secara materi. Namun sesungguhnya secara ekologi nilainya berkali-kali lipat seperti air dan udara”.

Dadan, Polisi Kehutanan juga menyampaikan prospek bisnis madu yang menjadi kebutuhan manusia, khususnya untuk kesehatan. Ungkap pengalaman membina kelompok dalam membudidaya madu sejak tahun 2017 telah memasarkan 2000 botol dari berbagai ukuran. Mulai 100 mililiter (ml), 250 ml dan 350 ml. “Yang paling penting teladan dan ada chamistry”, tambahnya.

Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu NTB, Septiantina Dyah Riendriasari, menjadi pembicara utama. Ririn, panggilan akrabnya, mengenalkan jenis lebah dan teknik-teknik dasar budidaya lebah secara umum. Selain itu, Ririn secara gamblang menjelaskan detail pada saat praktek yang dilaksanakan siang harinya.

#sobatCiremai penasaran bagaimana teknik jitu supaya koloni lebah betah ditempatnya?. Terus pantau beritanya ya sobat.

[teks © Nisa S-BTNGC & Foto © Koeszky-BTNGC|072019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: